Jangan Tertipu! Inilah 7 Ciri-ciri Lowongan Kerja Palsu

Afif Dalma
April 13, 2022
0 Comments

Tak dapat dipungkiri lagi, bahwa mencari kerja di masa pandemi seperti sekarang ini tergolong sulit. Pasalnya, lowongan kerja yang tersedia saat ini tidak sebanyak seperti sebelum pandemi menyerang. Disisi lain, para pencari kerja (job seeker) perlu pemasukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Naasnya, hal tersebut justru malah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Mereka berusaha mengambil keuntungan dari orang lain dengan cara memasang lowongan kerja palsu. Tentunya ini cukup menghkawatirkan, terlebih lagi untuk para  fresh graduate yang gampang sekali terkecoh akibat terlalu menggebu ingin mendapat pekerjaan.

Oleh karena itu, teman-teman job seeker harus selalu cermat dan waspada saat hendak mencari lowongan pekerjaan. Lantas bagaimana cara menghindari penipuan berkedok lowongan kerja? Berikut kami rangkum 7 ciri-ciri lowongan kerja palsu yang harus kamu hindari. Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

1. Sumber informasi lowongan tidak jelas

Seperti yang diketahui, saat ini para job seeker sudah dimudahkan dengan eksisnya platform pencari kerja seperti Jobstreet, Kalibrr, Glints, hingga Linkedin. Dengan begitu kamu tak perlu repot lagi mengirim berkas lamaran melalui kantor pos ataupun datang langsung ke perusahaan. Cukup upload surat lamaran beserta CV dan yang lainnya, kemudian kirim lewat email HRD, beres deh.

Baik pelamar maupun rekruter sama-sama dimudahkan akan hal tersebut. Namun nyatanya, hal ini turut dimanfaatkan oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Tak jarang mereka memposting lowongan palsu di internet dengan mengatasnamakan perusahaan ternama. Supaya tidak terjebak, kamu harus memastikan darimana sumber lowongan tersebut berasal.

2. Kualifikasi tidak sesuai dengan posisi yang dilamar

Ketika hendak merekrut calon pegawai, tentunya pihak perusahaan punya kriteria tersendiri. Apalagi kalau posisi yang kosong membutuhkan keahlian tertentu, contoh misalnya bagian accounting. Pastinya pihak perusahaan ingin merekrut orang yang sudah berpengalaman dan ahli di bidang tersebut, sebab pekerjaannya menyangkut keuangan perusahaan.

Lowongan pekerjaan palsu biasanya akan memberikan kualifikasi yang terlalu mudah, bahkan cukup nyeleneh. Sebagai contoh, untuk posisi accounting dituliskan boleh melamar meksipun belum punya pengalaman dan tidak berasal dari jurusan yang relevan. Jangan sampai kamu tertipu dengan hal-hal seperti ini.

3. Alamat Email yang digunakan tidak resmi  

Alamat email menjadi hal penting selanjutnya yang harus kamu perhatikan. Sebab, saat melamar kerja lewat internet, kamu akan disuruh mengirimkan berkas lamaran ke email HRD. Sebelum mengirim berkas, pastikan terlebih dahulu apakah email tersebut resmi milik perusahaan atau bukan.

Ciri-ciri lowongan kerja palsu yaitu alamat emailnya menggunakan domain gratis seperti xxx@gmail.com, xxx@yahoo.com, dan sejenisnya. Sementara perusahaan resmi akan menggunakan email dari domain website resminya. Contoh misalnya kamu melamar di Hokkan Deltapack, maka kamu akan disuruh mengirim berkas lamaran ke alamat email xxx@deltapack.co.id. Email tersebut adalah email resmi, karena sesuai dengan domain websitenya, yaitu www.deltapack.co.id.

4. Meminta data pribadi pelamar

Selain melalui email, biasanya rekruter juga menggunakan opsi lain seperti Google Form untuk melakukan rekrutmen secara online. Untuk yang satu ini cukup sulit dibedakan apakah itu lowongan palsu atau bukan. Sebab kamu akan disuruh mengisi data di formulir yang disediakan, tetapi email rekruter tidak tercantum, sehingga agak sulit untuk memprediksi validitas dari lowongan tersebut. 

Adapun tips untuk menghindari hal ini, yaitu dengan memperhatikan data apa saja yang diminta. Jika kamu disuruh memasukan data pribadi seperti NIK, Nama Ibu, Nomor KK, serta dimintai foto selfie dengan KTP, bisa dipastikan bahwa itu merupakan modus penipuan. Pada dasarnya data pribadi ini sangat dilarang untuk dibagikan secara asal-asalan ke orang lain, karena bisa digunakan untuk melakukan tindak kejahatan.

5. Perusahaan tidak punya rekam jejak di internet

Ketika kamu menemukan lowongan kerja di internet, hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa perusahaan tersebut tidak gaib alias nyata. Di era digital seperti sekarang ini, sangat mudah untuk melihat atau menemukan rekam jejak sebuah perusahaan di internet. Perusahaan asli biasanya mempunyai website serta media sosial resminya.

Andai kata perusahaan tersebut tidak memiliki website resmi, minimal alamat perusahaannya tercantum di Google Maps. Lowongan kerja palsu sering kali menggunakan nama perusahaan palsu, sehingga tidak memiliki rekam jejak di internet. Ciri-cirinya yaitu alamat yang terlampir di lowongan tidak jelas dan tidak dapat ditemukan.

6. Mendapat undangan interview hanya selang beberapa hari

Proses rekrutmen di perusahaan cukup memakan waktu, apalagi di perusahaan-perusahaan besar. Jika lolos seleksi administrasi, biasanya kamu akan dihubungi dalam beberapa minggu. Namun, kalau sudah lewat berbulan-bulan, jangan terlalu berharap, dan segera cari lowongan kerja lainnya.

Meski begitu, ada beberapa kasus dimana pihak rekruter langsung menghubungi hanya dalam waktu beberapa hari saja. Tak tanggung-tanggung, kamu bahkan langsung disuruh menghadiri sesi wawancara (interview). Biasanya undangan interview palsu ini disebar melalui Whatsapp atau email dari orang yang mengaku HRD. Ciri-cirinya bisa dilihat dari informasi yang terlalu detail dan dilebih-lebihkan.

7. Memintamu untuk mengeluarkan sejumlah uang

Berhati-hatilah terhadap perusahaan yang memintamu untuk membayar sejumlah uang. Bisa dipastikan bahwa hal tersebut merupakan salah suatu bentuk penipuan. Biasanya mereka akan menagih sejumlah uang saat melakukan interview dengan alasan sebagai biaya pendaftaran atau untuk membeli seragam kantor.

Apapun alasannya, jangan pernah memberikan uang kepada rekruter atau pihak lainnya dari perusahaan terkait. Hal ini dikarenakan tidak ada aturan perusahaan yang mengharuskan pelamar mengeluarkan biaya selama proses rekrutmen berlangsung. Biaya yang harus dikeluarkan adalah untuk keperluan sendiri, misalnya bensin, print berkas, fotocopy dokumen, atau sejenisnya.


Sebelum tertipu dengan lowongan kerja palsu, jangan lupa untuk selalu memperhatikan ciri-ciri di atas. Pesatnya perkembangan teknologi memang memudahkan job seeker dalam mencari pekerjaan. Namun, dibalik kemudahan itu, kamu tetap harus berhati-hati dengan penipuan berkedok lowongan kerja. 

Berkomentarlah dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan sopan :)