Para penggemar serial Boboiboy sepertinya cukup antusias menyambut awal tahun 2026. Pasalnya mulai 23 Januari lalu film Papa Zola: The Movie garapan Monsta Studio resmi tayang di Indonesia. Ini merupakan film spin-off kedua dari semesta Boboiboy setelah Mechamato Movie yang tayang di tahun 2023 lalu.
Sesuai judulnya, cerita pada film ini berpusat pada karakter Papa Zola si pahlawan kebenaran, sekaligus guru dari Boboiboy yang terkenal akan tingkah kocaknya. Dengan mengangkat tema tentang keluarga, Papa Zola: The Movie dipenuhi dengan momen haru yang harus dihadapi oleh Papa Zola dan keluarga kecilnya.
Papa Zola yang biasanya menjadi tokoh sampingan, kini menjadi bintang utama dalam cerita. Premis yang ditampilkan juga cukup sederhana namun tetap menarik untuk disimak. Meski tidak terlalu mengedepankan adegan pertarungan, Monsta Studio tetap tidak lupa menyelipkan konflik yang hanya bisa diselesaikan lewat perkelahian ala Boboiboy.
Sebagai informasi tambahan, karakter Papa Zola telah resmi dipensiunkan dari cerita utama Boboiboy pasca berakhirnya Boboiboy Galaxy Musim 2. Meski demikian, penggemar tetap bisa melihat aksi Papa Zola di proyek terpisah, seperti di film Papa Zola: The Movie dan seri Papa Pipi.
Papa Zola sebagai pahlawan keluarga
Dari awal kemunculannya di seri Boboiboy, Papa Zola sudah identik dengan karakter konyol dan ceroboh yang jadi penghibur dalam cerita. Namun di film ini penggemar benar-benar dibuat luluh dengan sisi lain Papa Zola sebagai sosok ayah sekaligus suami.
Perannya sebagai kepala keluarga digambarkan tidak begitu sempurna, dimana Papa Zola perlu berjuang ekstra demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Dalam beberapa momen, Papa Zola juga rela mengorbankan dirinya demi membahagiakan putri tercintanya, Pipi, serta istrinya, Mama Zila.
Di film ini penggemar juga diperlihatkan dengan kilas balik Papa Zola saat masih muda, termasuk mengenai kisah asmaranya. Motto "kebenaran" yang selalu diucapkan oleh Papa Zola ternyata bukan tanpa alasan. Terkuak bahwa Papa Zola dulunya merupakan agen rahasia dari organisasi Protect and Prevent Agency (PAPA) bersama tiga anggota lainnya yakni Mama Zila, Kachak, dan YonB.
Konflik ringan dengan unsur kekeluargaan
Meskipun film ini cukup membumi, Monsta tetap menjadikan alien sebagai sumber masalah utamanya. Konflik bermula ketika Pipi diculik oleh alien dan terjebak di dunia simulasi game yang tercipta dari kekuatan Power Sphera bernama Cimubot.
Untuk menyelamatkan putrinya, Papa Zola bersama Mama Zila, terjun langsung ke dunia simulasi yang penuh dengan tantangan. Usut punya usut, ternyata ada pengkhianat alias musuh dalam selimut di dalam tim PAPA, plot ini makin menambah keseruan cerita.
Belum lagi Monsta juga menambahkan plot bahwa Papa Zola dan Mama Zila yang kita kenal sekarang ternyata mengalami hilang ingatan akibat insiden yang terjadi di masa lalu. Meski banyak plot twist yang tersaji, alur ceritanya tetap terasa ringan dan mudah dipahami oleh anak-anak. Banyak pesan moral yang diselipkan dalam film ini, terutama tentang hubungan emosional antara ayah dan anak.
Efek visual yang makin cantik
Papa Zola: The Movie hadir dengan kualitas visual memukau yang patut diacungi jempol. Meskipun peningkatan grafiknya tidak begitu signifikan dibanding film-film Monsta sebelumnya, konsep dunia simulasi game memberikan ruang kreatif bagi produser serta animator dengan menampilkan beragam visual cantik.
Perpaduan antara tekstur animasi serta color-grading terlihat begitu menyatu. Ditambah transisi pergerakannya tiap karakternya juga terlihat cukup smooth, tidak kaku seperti sebelum-sebelumnya. Hal ini bisa dirasakan di tiap adegan-adegan pertarungan yang tersaji di sepanjang film.
Namun yang paling menarik, Monsta memilih lagu indie asal Indonesia, "Kita Usahakan Lagi" sebagai ost kedua film ini. Iringan lagu tersebut berhasil menambah nuansa emosional yang mendalam mengenai segala perjuangan Papa Zola kepada keluarganya.
Penutup
Pada dasarnya film Papa Zola: The Movie dibuat dengan tujuan untuk mengeksplorasi karakter Papa Zola yang belum sempat diceritakan di timeline utama Boboiboy. Selain itu, alasan lain film ini diproduksi yaitu buntut dari kesuksesan seri animasi Papa Pipi.
Dengan mengangkat tema keluarga, film ini cocok ditonton oleh anak-anak, bahkan orang dewasa sekalipun yang penasaran dengan kisah heroik Papa Zola sebagai pejuang rupiah sekaligus kekasih kebenaran. Bahkan film ini sukses di negara asalnya, Malaysia, hingga masuk deretan film dengan jumlah penonton terbanyak.
Satu hal lainnya yang membuat film ini begitu dinantikan yaitu karena terdapat post credit yang menampilkan teaser singkat Boboiboy Movie 3 yang mengadaptasi arc Gur'latan yang juga diproyeksikan tayang di tahun ini. Jadi saat filmnya selesai, penonton diharapkan untuk tidak terburu-buru pulang.
Afif Dalma




No comments