Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah resmi meluncurkan misi antariksa Artemis II pada Rabu (1/4/26) pukul 18.35 waktu setempat atau pada Kamis (2/4/26) pukul 05.35 WIB.
Roket raksasa Space Launch System (SLS) yang juga membawa pesawat Orion berawak ini meluncur dari Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat.
Misi ini merupakan lanjutan dari misi Artemis I yang masuk dalam program Artemis dan sudah dirancang oleh NASA untuk melakukan eksplorasi ke Bulan dan bahkan planet yang lebih jauh lagi.
Di tahun 2022 lalu NASA meluncurkan misi Artemis I dengan mengirimkan kapsul Orion tanpa awak yang didorong oleh roket SLS sebagai tonggak awal dari program Artemis. Misi ini bertujuan untuk menguji perisai panas pada saat pesawat kembali ke Bumi dengan kecepatan tinggi serta memastikan semua sistem dan prosedur pendaratan berjalan dengan aman.
Setelah Artemis I dinyatakan sukses, barulah di tahun 2026 empat antariksawan ditugaskan untuk menjalankan misi Artemis II dengan tujuan untuk mengorbit Bulan tanpa mendarat lalu kembali ke Bumi.
Dalam misi mengelilingi Bulan yang dijadwalkan berlangsung selama 10 hari ini, NASA juga bertujuan untuk melakukan serangkaian uji coba terhadap sistem penting yang akan digunakan dalam misi pendaratan di masa depan.
Adapun empat astronaut yang terlibat yakni Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen. Kehadiran Koch dan Glover juga mencatat sejarah baru sebagai perempuan dan antariksawan kulit hitam pertama yang menuju Bulan.
Keberhasilan dalam misi Artemis II menjadi sangat krusial karena merupakan penerbangan berawak pertama menuju Bulan sejak berakhirnya era Apollo pada 1972. Artinya sudah lebih dari setengah abad sejak terakhir kali manusia menginjakkan kaki di permukaan Bulan.
Lewat program Artemis yang sudah direncakan hingga tahun 2028 mendatang, NASA berencana mendaratkan kembali manusia di Bulan sebagai fondasi kuat bagi ambisi besar manusia untuk melakukan penjelajahan luar angkasa selanjutnya, yakni menuju planet Mars di masa depan.
Namun yang paling menarik, melalui kanal Youtube resminya, NASA menyiarkan secara live mengenai misi Artemis II yang memperlihatkan bagaimana kondisi ruang angkasa dari point of view pesawat Orion.
Afif Dalma

No comments