8 Tips Agar Tidak Ditipu Bengkel Motor Saat Servis
Sebagai pengguna kendaraan bermotor, melakukan servis rutin wajib dilakukan demi menjaga performa tetap optimal. Namun kekhawatiran sering kali muncul ketika hendak pergi ke bengkel, karena tak lepas dari adanya oknum nakal.
Para pemilik kendaraan kerap kali mendapat modus mark-up harga ketika melakukan servis kendaraan di bengkel, khususnya yang tidak resmi. Hal ini jelas merugikan, sebab biaya servis yang harusnya murah justru malah membengkak akibat penipuan yang dilakukan oknum bengkel.
Biasanya mereka menargetkan customer yang gampang percaya dan minim pengetahuan soal motor. Supaya kamu terhindar dari modus seperti ini, berikut kami rangkum 7 tips dan cara agar tidak ditipu bengkel saat servis dan ganti sparepart.
1. Pelajari komponen kendaraan
Tips yang paling utama yaitu kamu perlu mempelajari komponen pada kendaraan yang dimiliki. Kamu tidak harus menghafal dan paham semua komponen yang ada di motor, minimal kamu paham tentang komponen dasar seperti sistem pengapian, bahan bakar, pengereman, kelistrikan, pelumasan (oli), dan lain sebagainya.
Dengan adanya platform video seperti TikTok dan Youtube, mempelajari tentang komponen motor bukanlah hal yang sulit. Kamu juga bisa belajar dari pengalaman teman atau kerabat. Jadi sebelum membawa motor ke bengkel, setidaknya kamu sudah punya wawasan dan informasi yang dibutuhkan.
2. Pahami kondisi kendaraan
Selanjutnya kamu juga perlu memahami kondisi kendaraan yang sedang digunakan. Kalau kamu menggunakan motor untuk transportasi sehari-hari, pastinya kamu punya sedikit feeling disaat kondisi kendaraan ada perubahan atau tidak optimal seperti biasanya.
Misalnya ketika sedang berkendara tiba-tiba kamu merasakan gejala motor brebet, dan kamu sudah paham kalau permasalahannya bisa jadi ada di sistem pengapian atau bahan bakar. Nah, berbekal informasi ini, kamu bisa langsung ke bengkel untuk konsultasi lalu melakukan servis.
3. Riset tentang sparepart dan harganya
Biasanya saat melakukan servis dan mendapati sebuah kerusakan, mekanik selalu menyarankan untuk melakukan pergantian sparepart. Nah saat momen ini, alangkah baiknya kamu jangan buru-buru mengiyakan, karena disinilah permainan mereka.
Pertama pastikan dulu kalau sparepart yang divonis rusak itu benar-benar harus diganti, tetapi jika sekiranya masih bisa dipakai, kamu boleh menolak saran tersebut. Kemudian yang kedua, jika memang ada part yang harus ganti, kamu tanyakan terlebih dulu harganya pada pihak bengkel. Apabila harganya mahal dan diluar nalar, kamu bisa menanyakan alasannya supaya tidak mudah tertipu.
Untuk menghindari modus ini, tentunya kamu perlu melakukan sedikit riset mengenai sparepart motormu. Setidaknya kamu tahu harga di pasaran, serta bisa membedakan mana part motor asli dan kw. Karena tak jarang bengkel mengelabuhi customer dengan menjual part kw seharga original.
4. Pantau saat proses servis
Tips berikutnya yaitu sebisa mungkin kamu pantau proses servis dari awal hingga selesai. Usahakan untuk tidak meninggalkan kendaraan di bengkel begitu saja, karena ini bisa menjadi kesempatan bagi bengkel nakal untuk melakukan aksi kecurangan.
Beberapa modus yang biasanya dilakukan misalnya seperti mengganti suku cadang kendaraan yang original dengan kw secara diam-diam dan dikenai biaya tinggi. Atau yang paling buruknya, mekanik nakal suka menukar part motor milikmu dengan part bekas milik mereka, yang tentunya ini sangat merugikan.
Tak sedikit pemilik kendaraan yang meninggalkan kendaraannya di bengkel karena adanya sebuah urgensi. Namun alangkah baiknya pemilik kendaraan memantau kinerja mekanik untuk menghindari hal-hal yang bisa merugikan. Tetapi kalau keadaan memaksamu meninggalkan motor di bengkel, jangan sungkan untuk meminta mekanik menjelaskan secara rinci mengenai semua proses servis yang telah dilakukan.
5. Ambil kembali sparepart lama
Jika bengkel mengganti sparepart kendaraan milikmu, kamu bisa bertanya kepada pihak bengkel alasan mengapa komponen lama perlu diganti sebelum membayar biaya servisnya. Jika mereka tidak mau memberitahu alasannya dengan jelas, bisa jadi itu merupakan bentuk penipuan.
Pasalnya bengkel yang jujur dan profesional tidak akan mengganti suku cadang apapun tanpa adanya persetujuan pemilik kendaraan. Namun terkadang hal ini sering luput dari pengawasan customer, sehingga dimanfaatkan oleh bengkel nakal.
Kalau hal ini sudah terlanjur terjadi, kamu berhak menanyakan alasannya. Kemudian jangan lupa untuk meminta pihak bengkel mengembalikan part lama yang diganti, sebab ini bisa menjadi bukti apakah pergantian tersebut memang diperlukan atau akal-akalan bengkel saja.
6. Minta nota servis
Tips penting lainnya yaitu jangan lupa untuk meminta nota atau bukti servis ketika melakukan perbaikan. Apalagi kalau pihak bengkel mengganti banyak part, sehingga kamu cukup sulit mengingatnya.
Meminta nota servis merupakan hal yang lumrah agar customer mengetahui detail pekerjaan dan harganya. Bengkel yang jujur biasanya dengan senang hati mengeluarkan nota jika diminta.
Namun kalau mereka menolak, itu berarti ada sesuatu yang mereka sembunyikan. Nah, bukti servis ini tentunya sangat berguna ketika kendaraanmu mengalami masalah serupa di kemudian hari.
7. Servis di bengkel resmi
Bengkel resmi memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas jika dibandingkan dengan bengkel tak resmi. Sehingga semua prosesnya terstruktur, mulai dari pemeriksaan, servis hingga penetapan biayanya. Melakukan servis kendaraan di bengkel resmi bisa menjadi opsi terbaik agar bisa terhindar dari aksi penipuan.
Pasalnya bengkel resmi sudah pasti menyediakan suku cadang original dengan harga yang sesuai sehingga kamu tidak perlu khawatir dengan mark-up harga yang berlebihan. Selain itu, mekanik di bengkel resmi juga pastinya berpengalaman karena sudah mendapat bekal pelatihan. Meski begitu, kamu tetap harus mengawasi segala proses perbaikan dan memastikan semuanya berjalan sesuai prosedur.
8. Cari bengkel dengan reputasi baik
Jika di daerahmu tidak ada bengkel resmi, maka tips terakhir yaitu kamu bisa mencari bengkel yang mungkin bisa dipercaya. Kamu bisa bertanya kepada teman atau kerabat yang punya bengkel langganan yang biasa dikunjungi.
Bengkel yang jujur biasanya akan mendapat rekomendasi dari para customernya, entah itu dari mulut ke mulut ataupun rating di sosial media. Dengan adanya penilaian positif, setidaknya bengkel tersebut bisa menjadi opsi untukmu ketika mau melakukan servis kendaraan.
Dengan mengetahui beberapa tips di atas, harapannya kamu bisa lebih bijak dalam memilih bengkel untuk servis motor. Jangan lupa untuk selalu melakukan riset dan tingkatkan kejelian supaya kamu bisa terhindar dari segala bentuk penipuan.

Post a Comment