Cara Mengatasi Artikel Blog Tidak Terindeks 2026

Daftar Isi

Tahun 2026 menjadi tantangan yang cukup sulit bagi saya, bahkan juga teman-teman blogger yang mungkin ikut merasakannya. Bagaimana tidak, memasuki tahun ini terjadi fenomena deindexing blog dan artikel secara masif oleh Google. Hal tersebut memberikan dampak yang cukup besar bagi para pemilik blog karena banyak artikel yang awalnya muncul di Google mendadak hilang begitu saja.

Saya sendiri baru ngeh tentang fenomena deindexing ini sejak bulan April lalu, dimana saya coba cek beberapa artikel populer di blog ini ternyata ikut terkena imbasnya. Dampaknya performa blog Afif Sharing di tahun ini jadi turun drastis. Bahkan dari Januari sampai Agustus, tepatnya sebelum artikel ini rilis, semua artikel yang saya terbitkan tak kunjung muncul di Google. Dari total 22 artikel yang saya terbitkan di tahun 2026 hanya 3 artikel yang benar-benar terindeks secara otomatis.

Selain soal performa, jumlah orderan backlink pun jadi sepi, bahkan sempat ada yang order tapi ditolak dengan alasan artikelnya tak kunjung terindeks dalam jangka waktu yang telah disepakati. Hal ini membuat saya cukup frustasi, sebab di tahun 2025 artikel yang saya publish selalu muncul di Google dalam waktu kurang dari 24 jam. 

Rasa mumet saya makin bertambah di awal Agustus ketika mendapati notif kalau blog ini dihapus, meskipun pada akhirnya Google mengakui kalau ada kesalahan dari sistem mereka. Saya pikir setelah blog dipulihkan semua kembali normal, tapi ternyata tidak ferguso, masalah indexing tetap menghantui saya. 

Semua cara sudah saya lakukan untuk mengatasi artikel blog tidak terindeks, mulai dari submit ulang sitemap di Google Search Console (GSC),  membuat tulisan orisinil tanpa copas/AI, membangun internal link, mengotak-atik artikel lama, hingga mengganti template blog. Namun hasilnya masih nihil, artikel tetap tidak mau terindeks, hingga akhirnya saya sadar akan satu hal sepele yang belum saya lakukan.

Apakah kamu mengalami hal serupa? Kalau iya, yuk cek pembahasannya di bawah ini

Alasan artikel susah terindeks di tahun 2026

Artikel Afif Sharing di tahun ini sebagian besar sudah terindeks

Seperti yang sudah saya singgung di atas, penyebab artikel susah terindeks di tahun 2026 tak luput dari fenomena deindexing. Lantas apa itu deindexing, yakni keadaan dimana Google menghapus index dari suatu artikel atau halaman dari sebuah blog, sehingga halaman tersebut tidak muncul lagi di hasil pencarian Google. Hal tersebut membuat trafik organik blog jadi menurun tajam serta mengurangi eksposur dari blog itu sendiri.

Sebenarnya ada banyak hal yang menyebabkan blog terkena deidexing, bisa jadi karena blog masih baru dengan domain fresh sehingga perlu waktu lama untuk dirayapi oleh Google. Namun untuk blog yang usianya cukup lama biasanya diakibatkan oleh kualitas artikel rendah atau dianggap spam. Apalagi memasuki tahun 2026 ini algoritma SEO sudah berubah sehingga membuat Google makin selektif dalam masalah indexing artikel.  

Yang kedua bisa juga akibat kualitas blog yang menurun. Blog yang jarang update biasanya membuat Google ogah merayapinya, semalas-malasnya kamu setidaknya update 2-4 artikel sebulan, makin banyak malah lebih bagus. Kemudian blog yang isinya artikel-artikel pendek serta konten copas atau full AI jadi makin sulit dan jarang dikunjungi Crawler Google. 

Cara mengatasi artikel blog tidak terindeks 2026

Adapun berikut beberapa langkah yang terbukti mengatasi masalah artikel yang susah terindeks.

1. Membuat artikel orisinil dan berkualitas

Langkah pertama yaitu buatlah artikel orisinil dan berkualitas. Google tidak melarang penggunaan AI dalam artikel, tetapi usahakan untuk seminimal mungkin menggunakan bantuan AI. Hindari mengejar kuantitas, perdalam kualitas. 

Kemudian buatlah artikel yang bisa menjawab kebutuhan pembaca, dan kalau biasa minimal menggunakan 300 kata. Kalau kamu masih awam tentang SEO jangan khawatir, karena saya pun demikian. Jadi jangan pusing tentang artikel SEO Friendly, hanya saja pastikan agar kamu selalu menyisipkan keyword yang ditargetkan dalam tiap artikel. 

2. Perkuat link antar artikel

Langkah ini mulai rutin saya lakukan, dimana saya selalu menautkan link dari artikel baru ke artikel lama, begitu pun sebaliknya. Hal ini membuat Crawler Google tidak kesulitan menemukan artikel terbaru kita, sehingga dapat memangkas waktu indexing mesin pencari. Namun usahakan membuat internal link dengan artikel yang relevan agar lebih afdol.

3. Submit artikel baru ke GSC

Halaman tidak diindeks: Kesalahan pengalihan
Submit link default

Saya sangat mengakui bahwa Google Search Console sangat berpengaruh dan efektif terhadap masalah indexing artikel. Saya anggap teman-teman sudah mendaftarkan blognya ke GSC. Namun jika belum, kamu bisa baca artikel cara mendaftarkan blog ke GSC

Pastikan agar selalu submit artikel terbaru dengan cara paste link artikel ke dalam kolom inspeksi url, terletak di bagian paling atas halaman. Setelah itu klik tombol minta pengindeksan, dan jika artikel aman maka akan muncul notif pengindeksan diminta. Tinggal tunggu beberapa hari (paling cepat sehari) dan cek apakah artikel sudah terindeks.

Namun kalau gagal biasanya masalahnya terletak pada kesalahan pengalihan, dengan notifikasi halaman tidak diindeks: kesalahan pengalihan. Nah ini yang cukup bikin saya frustasi karena masalah ini baru terselesaikan beberapa hari lalu.

4. Perbarui sitemap di GSC

Langkah selanjutnya yaitu melakukan submit ulang sitemap di GSC. Sebelum melakukan submit ulang, kamu bisa cek kapan terakhir Google merayapi blogmu, kalau dirasa sudah cukup lama, maka kamu bisa submit ulang agar proses indexing berjalan lebih cepat. Adapun beberapa url yang saya tambahkan di antaranya:

  • sitemap.xml
  • sitemap.xml?page=1
  • sitemap.xml?page=2 (opsional/tambahkan jika jumlah konten artikelmu dirasa banyak)
  • feeds/posts/default?orderby=UPDATED
  • atom.xml?redirect=false&start-index=1&max-results=500

5. Tambahkan parameter khusus mobile

Link dengan Parameter Mobile
Submit link dengan parameter mobile

Jika kamu sudah submit di GSC tapi artikel tak kunjung terindeks, maka selanjutnya submit link artikel dengan parameter mobile. Nah di poin inilah saya terlewat padahal semua langkah di atas sudah saya lakukan. Setelah saya masukan parameter khusus mobile barulah artikel-artikel yang saya publish baik yang lama maupun baru satu per satu mulai terindeks.

Kenapa paramater mobile wajib di submit di GSC? Dari informasi yang saya dapatkan, parameter mobile ini cukup ampuh membuat artikel cepat terindeks karena di era sekarang Google lebih memprioritaskan blog yang mobile friendly alias yang tampilannya ramah di seluler. 

Kesalahan pengahilan yang terjadi di poin 3 itu diakibatkan karena kamu mensubmit link versi desktop dari laman blog tersebut. Sedangkan, Crawler Google difokuskan untuk merayapi versi selulernya dulu, sehingga munculah notif kesalahan pengalihan.

Nah, parameter mobile ini ditandai dengan kode "?m=1" yang bisa kamu tambahkan di ujung link defaultnya. Misalnya link artikel ini https://afifsharing.com/2026/08/cara-mengatasi-artikel-blog-tidak-terindeks.html setelah ditambahkan parameter maka akan menjadi https://afifsharing.com/2026/08/cara-mengatasi-artikel-blog-tidak-terindeks.html?m=1

Dengan begitu secara langsung Google akan dipaksa merayapi artikel versi selulernya, dan karena itu memang prioritas Google maka seharusnya artikelmu cepat terindeks dan muncul di pencarian Google. Dan terbukti setelah saya cek, artikel ini langsung terindeks dalam kurun waktu 2 jam setelah di publish. Saya pun kini bisa tidur nyenyak karena sudah tak lagi dipusingkan dengan masalah ini.

Berkaca dari pengalaman, saya juga langsung menulis artikel ini karena barangkali ada teman-teman yang mengalami masalah serupa. Dan harapannya artikel ini bisa membantu teman-teman blogger agar artikelnya jadi cepat terindeks lagi.

Nah kira-kira itulah beberapa cara mengatasi artikel blog yang susah terindeks di tahun 2026. Sekiranya kalau ada informasi yang terlewat, jangan sungkan untuk bantu menambahkan di kolom komentar.

Afif Dalma
Afif Dalma Blogger yang suka nulis karena memang hobi.

10 komentar

Berkomentarlah dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan sopan :)
Dian Restu Agustina
Agustus 31, 2026 Hapus
Saya jadi lebih paham bahwa ternyata ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika artikel tidak terindeks, dan tidak selalu berarti artikelnya jelek atau tidak berkualitas. Ada proses dan beberapa faktor teknis yang perlu dicek. Buat blogger yang cukup aktif menulis, masalah indexing seperti ini memang bisa bikin penasaran sekaligus sedikit gemas. Terima kasih sudah berbagi pengalaman dan solusinya dengan cukup mudah dipahami. Jadi punya beberapa hal yang bisa saya cek juga kalau nanti mengalami artikel “ngilang” dari Google lagi.
Aminudin Aszad
September 01, 2026 Hapus
Wah informasi yang menarik. Dan sebagian info tersebut juga membuat beberapa post ku hilang dari index google. Tapi ngeblog tetap semangat.
Nurul Sufitri
September 01, 2026 Hapus
Wah, artikel blog yang ga kunjung terindeks memang bikin blogger gemas ya! 😅 Aku jadi dapat tips penting seperti cek URL lewat Google Search Console dan lakukan request indexing kalau URL belum masuk indeks. Selain itu, memastikan internal link dan sitemap berfungsi juga ternyata penting supaya Google lebih mudah menemukan artikel baru. Makasih sharing-nya, tipsnya praktis banget buat blogger yang lagi ngejar indexing! Oh, tambahkan ?m=1 ya? Coba ah.
Rahman Kamal
September 01, 2026 Hapus
Tips nomor 3 sudah saya lakukan secara rutin. Tips ke-4 langsung dipraktikkan setelah baca tulisan ini. Terima kasih banyak, Mas Afif.
Shine Star
September 02, 2026 Hapus
Masalah artikel yang sudah dipublish tapi belum muncul di Google memang bikin penasaran, apalagi kalau sudah capek menulis dan optimasi. Ternyata ada beberapa hal teknis yang perlu diperhatikan juga, jadi nggak cukup hanya menunggu Google menemukan artikelnya sendiri. Aku kadang selalu submit dulu ke GSC
Tukang jalan jajan
September 02, 2026 Hapus
Tahun ini emang bikin senut-senut, apalagi pas drama deindexing masif kemarin. Banyak teman blogger yang juga kena dampaknya dan sempat ngedrop.
Btw, daging banget insight poin ke-5 soal parameter ?m=1. Jujur, trik sepele tapi sering kelewat karena kita terbiasa submit link desktop default di GSC. Pantesan sering nyangkut di "kesalahan pengalihan".
Mantap sharing-nya, sangat membantu buat yang lagi pusing tujuh keliling ngadepin algoritma baru.
Agustina Purwantini
September 03, 2026 Hapus
Oalah pantesan tempo hari kulihat notif, kok mendadak serombongan artikelku tak bisa terindeks, tapi ya tatkala itu aku cuma mikir klo blogku jelek aja. Kupikir sambil lalu, tanpa tindakan solutif🙂😌
Jalan-Jalan KeNai
September 05, 2026 Hapus
Setelah membaca artikel ini, sepertinya permasalahan memang ada di nomor 5. Saya tidak kepikiran untuk submit versi mobile. Berarti ini harus satu per satu artikel submitnya, ya?
Mario Andaru
September 07, 2026 Hapus
Asli, penjelasannya praktis, to the point, dan daging semua buat para pengelola blog yang sering pusing ketar-ketir ngeliat tulisannya tak kunjung masuk Google. Mas Afif bisa mengurai langkah-langkah teknis Search Console yang rumit jadi terasa begitu simpel dan gampang dipraktikkan. Gaya bahasanya santai, ngalir renyah, dan bener-bener ngebantu banget tanpa bikin pusing pala berbie. Sebuah tulisan penyegar dahaga buat yang lagi galau urusan SEO! 👍
Naqiyyah Syam
September 08, 2026 Hapus
Banyak PR blog di tahun 2026 ini ya, aku udah jarang mengikuti info terbaru, makasih ya tipsnya akan aku coba cek artikelku