Review Agito Psychic War (2026), Kekuatan Mengubah Manusia Menjadi Monster

Daftar Isi

Agito Psychic War merupakan film pertama yang dirilis Toei dari 11 proyek movie 55 tahun perjalanan Kamen Rider, sekaligus menjadi peringatan 25 tahun serial Kamen Rider Agito. Movie ini pertama kali tayang di Jepang pada 29 April lalu, sedangkan di bioskop Indonesia baru tayang pada 26 Agustus kemarin.

Sebagai film anniversary, tentunya banyak karakter lama yang dimunculkan kembali oleh Toei untuk memberikan kesan nostalgia kepada para penggemar. Comeback-nya karakter Makoto Hikawa (Jun Kaname), Shoichi Tusgami (Toshiki Kashu), serta anggota G unit lainnya menjadi daya tarik tersendiri di film perayaan ini. Tak hanya itu, Agito Psychic War juga turut menghadirkan karakter baru seperti Ruriko Aoi alias Kamen Rider G6 yang diperankan oleh aktris Yuna Kogawa.

Alur ceritanya mengambil latar setelah serialisasi Kamen Rider Agito berakhir, dimana kini manusia sudah hidup damai dan terlepas dari ancaman unknown. Kali ini ada ancaman baru yang muncul dari makhluk misterius menyerupai Agito yang menebar teror kepada umat manusia.

Diketahui bahwa makhluk tersebut merupakan Gill Agito, bentuk evolusi manusia menuju sosok yang lebih sempurna. Setiap manusia yang telah berevolusi mendapatkan kekuatan psikis, tetapi banyak dari mereka yang menyalahgunakan kekuatan tersebut untuk melakukan berbagai tindak kejahatan.

Makoto Hikawa sebagai tokoh sentral 

Meskipun Shoichi Tusgami kembali muncul dalam film ini, tetapi karena dirinya sudah kehilangan kekuatan Agito, membuat peran utama berpindah kepada tokoh Makoto Hikawa. Namun di film ini keadaannya tidak baik-baik saja, karena ia mendekam di penjara setelah dituduh membunuh pacar mantan rekan satu timnya di G unit. 

Makoto Hikawa sendiri dikenal sebagai sosok polisi rendah hati, tidak egois, pekerja keras, dan sangat menjunjung tinggi keadilan. Selain itu, kemampuan serta pengalaman bertarungnya yang luar biasa membuat Makoto Hikawa menjadi harapan terakhir umat manusia untuk melawan para Gill Agito. 

Pada akhirnya pasukan G unit yang dipimpin Sumiko Ozawa merencakan penculikan Makoto Hikawa dari penjara, demi tujuan untuk menyelamatkan umat manusia. Sayangnya disini kita tidak akan melihat Makoto Hikawa berubah menjadi Kamen Rider G3, melainkan sosok Kamen Rider yang jauh lebih kuat.

Debut Kamen Rider baru

Seperti biasa, project anniversary Kamen Rider hampir selalu konsisten menampilkan form maupun Kamen Rider baru. Agito Psychic War turut memunculkan dua Kamen Rider baru yaitu G6 dan G7, yang merupakan generasi terbaru setelah G4. Momen kemunculan dua rider ini tentunya sangat ditunggu-tunggu oleh para penggemar.

Kamen Rider G6 memiliki warna biru toska tercipta dari gabungan elemen G sebelumnya sehingga menciptakan bentuk yang lebih kuat dari pendahulunya, kemudian G6 memiliki senjata utama berupa dua buah pistol. Adapun user dibalik Kamen Rider G6 adalah Ruriko Aoi, seorang polisi lalu lintas yang juga bagian dari G unit di bawah pimpinan Sumiko Ozawa.

Sedangkan generasi penerusnya yaitu Kamen Rider G7 digunakan oleh Makoto Hikawa. Bisa dibilang G7 menjadi sistem G yang tercanggih karena sudah dilengkapi peningkatan AI serta drone yang bisa membantu dalam pertarungan, dengan senjata utamanya berupa katana. Selain desainnya yang futurstik, G7 juga sudah memiliki belt, sehingga Makoto Hikawa bisa langsung heshin dalam situasi apapun. Sound "overdrive" yang dikeluarkan oleh beltnya cukup bikin terngiang-ngiang.

Konflik yang disebabkan oleh orang lama

Fenomena kemunculan Gill Agito serta evolusi manusia yang terjadi di sepanjang cerita, ternyata disebabkan oleh orang lama dari serial Kamen Rider Agito, siapa lagi kalau bukan Kaoru Kino alias Another Agito. Obsesinya lamanya ternyata masih disinggung di film ini, dimana dia terlihat membangun fraksi manusia berkekuatan super dan berniat mendominasi mereka agar ia menjadi entitas puncak dari evolusi tersebut.

Menariknya kita juga diberitahu tentang nasib Kamen Rider Gills yang ternyata sudah tewas, lalu kemudian tubuhnya ditemukan Kaoru Kino untuk diekstrak dan dijadikan serum eksperimen. Walaupun kita tahu kalau lore tersebut terjadi karena pemeran Ryo Ashihara terlibat kasus, yang mengharuskan ia pensiun dari dunia hiburan.

Disini Kino tidak berubah menjadi Another Agito, melainkan menjadi Shining Gill Agito berukuran raksasa. Dia berhasil dikalahkan oleh kerja sama antara Kamen Rider G6, G7, dan Agito. Yap, Shoichi Tusgami kembali henshin menjadi Kamen Rider Agito Ground Form di penghujung film, sebagai bentuk fanservice dari Toei. Minusnya kita hanya tidak diperlihatkan dengan rider kick khas dari Agito, melainkan diwakili oleh G7 yang meniru jurus tendangan tersebut, memberikan ending yang terbilang epik.

Penutup

Untuk bisa menyaksikan film Agito Psychic War kalian tidak wajib mengikuti serial Kamen Rider Agito dari awal. Hanya saja selama film berlangsung kalian harus bisa memahami peran dari para tokoh utamanya. Beberapa momen flashback singkat turut dihadirkan untuk membantu penonton baru memahami motif dari karakternya, sedangkan bagi penonton lama itu memberikan kesan nostalgia tersendiri.

Kekurangan dari film ini hanya terletak pada visual CGI yang cukup kasar dan kaku. Seakan-akan movie Agito Psychic War ini seperti kejar tayang dan diburu-buru. Padahal sebagai film anniversary seharusnya Toei bisa lebih prepare dan membuat kesan indah untuk para penggemarnya. Semoga di film berikutnya yaitu Kamen Rider Kabuto 20th: Inheritor of Heaven yang rencananya tayang November 2026 di Jepang, Toei memberikan peningkatan baik dari segi visual maupun cerita.

Afif Dalma
Afif Dalma Blogger yang suka nulis karena memang hobi.

Posting Komentar