Film-Series

Review Tensura The Movie: Tears of the Azure Sea (2026)

Afif Dalma
May 10, 2026
0 Comments
Home
Film-Series
Review Tensura The Movie: Tears of the Azure Sea (2026)
Tensei Slime Tears of the Azure Sea

Film layar lebar kedua Tensei Shitara Slime Datta Ken (Tensura) yang berjudul Tears of the Azure Sea resmi ditayangkan di bioskop-bioskop Tanah Air dan bisa disaksikan mulai tanggal 8 Mei 2026. Movie ini menjadi cerita selingan antara season ketiga dan season keempat anime Tensura. 

Tensura sendiri dikenal sebagai seri light novel bergenre isekai dengan cerita menarik. Adaptasi animenya pertama kali tayang pada tahun 2018 lalu. Ceritanya berfokus tentang Satoru Mikami yang tewas ditusuk dan bereinkarnasi ke isekai sebagai slime bernama Rimuru Tempest.

Adapun Tensura movie 2 diberi judul Tears of the Azure Sea. Film ini mengisahkan petualangan Rimuru dan teman-temannya di kerjaan bawah laut Kaien, untuk membantu seorang pendeta bernama Yura dalam menghentikan kebangkitan Naga Air kuno.  

Lalu bagaimana keseruan kisah Rimuru dkk di film kedua ini? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

Cerita non-canon yang penuh fanservice

Film ini merupakan sekuel layar lebar kedua setelah Scarlet Bond (2022) yang sama-sama merupakan movie non-canon. Sehingga segala konflik yang terjadi tidak akan memengaruhi plot dari cerita utamanya. Selain itu, film ini menyajikan kisah orisinil yang ditulis dan diawasi langsung oleh Fuse, kreator Tensura. 

Penggemar dapat menyaksikan film ini sebagai spin-off karena penuh dengan fanservice dengan alur cerita yang cukup ringan tapi tetap menyenangkan. Beberapa tokoh lain seperti Milim, Frey, Hinata Sakaguchi, dan Raja Iblis Ruminas Valentine juga turut muncul di film ini walaupun hanya sebagai karakter pendukung.

Gobta jadi menjadi bintang utama cerita

Salah satu hal yang cukup menarik di film keduanya ini yaitu Gobta memiliki screen time lebih banyak dibanding Rimuru. Salah satu dari empat raja surgawi tersebut seakan-akan mengambil alih posisi sebagai karakter utama dalam cerita.

Gobta harus ikut melibatkan diri dalam kekacauan yang terjadi setelah secara tidak sengaja bertemu dengan Yura yang pada awalnya memata-matai Rimuru dan rekan-rekannya yang sedang liburan di wilayah Elmesia. Berawal dari rasa curiga, lama-kelamaan Gobta justru jatuh cinta kepadanya. 

Pertempuran melawan Naga Air Kuno 

Film ini sebenarnya lebih menonjolkan sisi romansa mengenai love interest antara Gobta dan Yura. Meski begitu, plot utamanya berfokus mengenai konflik yang terjadi di kerajaan bawah laut Kaien dalam memperebutkan seruling misterius.

Seruling tersebut diwariskan selama beberapa generasi kepada Yura dan diketahui dapat membangkitkan Naga Air Kuno yang melindungi Kaien. Disisi lain Djeese dan Zodon punya niat berbeda dalam memanfaatkan seruling tersebut.

Pada akhirnya Zodon berhasil mengendalikan kekuatan Naga Air Kuno dengan memanfaatkan tubuh Yura dan berusaha untuk menguasai dunia. Sayangnya upaya jahat tersebut berhasil digagalkan oleh Gobta dengan sedikit bantuan dari Rimuru. Alhasil Naga Air pun berhasil dikalahkan dan kekuatannya lenyap dibarengi dengan keberadaan Yura itu sendiri.

Post credit dan penutup

Tensura The Movie: Tears of the Azure Sea memiliki dua post credit sebagai penutupnya. Adapun post credit yang pertama memperlihatkan tentang Naga Air Kuno yang lahir kembali setelah menetas dari telur. Kemudian post credit kedua menyoroti debut dari salah satu ibis Primordial, Carrera. Setelah kalah melawan Diablo, Carrera akan bergabung menjadi bawahannya Rimuru di season keempat animenya.

Sebagai cerita selingan untuk menyambut Tensura season empat di bulan April, film ini sudah lebih dulu tayang di Jepang pada Februari lalu. Karena ceritanya non-canon penggemar tidak perlu khawatir apabila tidak sempat menonton filmnya. Bagaimana pun film ini layak untuk disaksikan, sekaligus sebagai bentuk dukungan kita kepada kreator agar seri ini bisa diadaptasi hingga tamat.

Blog authors

Afif Dalma
Afif Dalma
Blogger yang suka nulis karena memang hobi.

No comments

Berkomentarlah dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan sopan :)